Solusi Sehat


SEHAT DENGAN FOOD COMBINING
Diperkenalkan oleh Dr. William Howard Hay, seorang dokter dan ilmuwan asal Amerika Serikat, food combining awalnya merupakan sebuah konsep diet.
Namun, penelitian lebih lanjut menjelaskan bahwa diet ala Hay ini juga sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang secara umum. Bahkan dengan menerapkan konsep food combining yang tepat, seseorang bisa terbebas dari penyakit berat seperti tekanan darah tinggi, ginjal kronis, dan pembengkakan jantung.
Dr. Hay sendiri adalah orang pertama yang menerapkan pola makan sehat yang disusunnya sendiri. Ia yang mengalami obesitas dan penyakit kronis mendapati dirinya memiliki berat badan ideal dan terbebas dari penyakit-penyakit berat setelah menjalani diet food combining selama 3 bulan.
Food combining adalah sebuah konsep yang mengacu pada fakta bahwa setiap kelompok makanan memiliki waktu cerna dan serap yang berbeda-beda.
Nyatanya, jika mengonsumsi makanan dalam satu kelompok, penyerapan nutrisi akan jauh lebih efektif dan tidak akan menimbulkan masalah pencernaan.
Setiap kelompok makanan yang akan dicerna memerlukan enzim cerna yang berbeda-beda. Beberapa kelompok makanan memerlukan zat asam sedangkan lainnya membutuhkan zat alkali.
Ketika makanan yang tidak satu kelompok dikonsumsi bersamaan, alkali dan asam bertemu sehingga menetralisir satu sama lain dan akhirnya menghambat pencernaan.
Oleh karenanya, diet food combining tidak menyarankan orang-orang untuk menyantap nasi, lauk pauk, sayuran, dan buah sekaligus dalam 1 jam makan.
Segala jenis protein memerlukan suasana asam di dalam lambung, sebaliknya jenis karbohidrat justru memerlukan suasana lambung beralkali. Jika zat pati (karbohidrat) dan protein ada di dalam lambung secara bersamaan maka hal ini akan memicu pertentangan dan menghasilkan suasana lambung yang tidak kondusif.
Sebagai hasilnya adalah gangguan pencernaan, gas pada lambung, dan penyerapan yang miskin nutrisi. Untuk itu, kombinasi makanan sehat yang baik adalah karbohidrat ditambah sayuran, protein, dan kacang-kacangan yang dikonsumsi pada jam yang berbeda.
Karbohidrat dan buah adalah kombinasi yang harus dihindari. Konsumsi kelompok makanan yang berbeda harus disesuaikan dengan waktu cerna setiap jenis makanan. Bagaimana pendapat Anda? Silakan mencobanya!
Segelas air adalah konsumsi yang tepat jika perut masih kosong. Jus dicerna selama 15-20 menit, buah segar dicerna selama 30-40 menit, sayuran selama 30-40 menit, karbohidrat 90 menit, kacang-kacangan 2,5 hingga 3 jam, sedangkan protein hewani dicerna dari 30 menit (telur) hingga 3-4 jam (sapi).
Yang tak kalah penting dari konsep food combining ini adalah, seseorang diwajibkan untuk mengunyah makanan hingga mencapai konsistensi yang berair dan kemudian baru boleh menelannya. Ini dimaksudkan agar proses pencernaan dan penyerapan nutrisi berjalan efektif.
Banyak dokter di negara barat sudah merekomendasikan konsep food combiningkepada pasien mereka. Salah satunya Dr. Stanley Bass yang mengungkapkan agar mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air (air, buah-buahan, dll) terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan mengonsumsi jenis makanan yang lebih sedikit mengandung air.
Food combining memang terbilang baru di Indonesia. Di berbagai belahan dunia, banyak orang yang meyakini bahwa diet food combining adalah jalan yang alami untuk mendapatkan berat badan ideal dan tubuh terbebas dari penyakit.
Kenapa seseorang bisa “sakit”?
Ada beberapa hal yang perlu dipertanyakan kepada masing-masing individu :
1. Seberapa banyak anda mengkonsumsi makanan “cepat saji” dalam satu minggu ?
2. Seberapa seringkah anda sakit ?
3. Seberapa jauh jarum timbangan anda menjauh dari angka ideal, lebih atau kurang ?
4. Seberapa sering anda merasa putus asa
walaupun tidak ada masalah berarti
menghadang?
Kalau semua jawaban kata “seberapa” ini masuk dalam kategori jamak berarti anda berada dalam kondisi fisik dan mental yang menyedihkan.
Takut? Apa yang harus dilakukan? Tenang solusinya mudah, cobalah perbaiki pola makan anda.
Apakah ini sama seperti jualan produk herbal-herbalan atau pengobatan alternative lainnya? Jawabannya tidak.
Saya tidak menawarkan maupun menjual produk tertentu. Cuma berbagi ilmu yang sudah saya dapat gratis dan merasakan manfaat yang berlimpah hanya dengan mengubah pola makan.
Memperbaiki pola makan bukan berarti diet menyiksa yang selama ini menjadi fenomena, bukan juga menjatah seberapa banyak kalori ini itu yang harus ada dipiring makan.
Ini pola makan Food Combining, dimana kita bisa makan kenyang tapi tidak membuat gemuk, membuat tubuh sehat dan bonus berat badan ideal. Tubuh sehat akan mencari berat idealnya sendiri, dan tubuh sehat akan menyembuhkan sakitnya sendiri.
Pola Makan Tradisional :
Food Combining bukan suatu metode yang aneh-aneh atau dibuat-buat, juga tidak mengurangi satu unsur makanan secara ekstrem.
Pola makan ini lebih mengacu ke mekanisme pencernaan alamiah tubuh dalam menerima jenis makanan serasi sehingga tubuh akan dapat memproses semua itu dengan baik dan mendapatkan hasil secara maksimal.
Kalau kita melihat sejarah, nenek moyang kita memiliki tingkat kesehatan yang sangat tinggi, rata-rata usia mereka panjang karena daya tahan tubuh yang kuat. Mereka tidak mengenal beragam macam penyakit mematikan seperti zaman sekarang ini. Mereka belum mengenal teknologi kapsul, tablet, penahan sakit, vaksinasi, operasi ataupun CT-scan yang sekarang jadi tumpuan kebanyakan manusia.
Mengapa Food Combining :
Mengapa Food Combining (FC)? Karena kita mengincar kondisi yang bernama Homeostasis (kondisi ideal dalam tubuh saat seluruh fungsi berjalan dengan sempurna). Dalam kondisi Homeostasis tubuh berada dalam kondisi prima secara psikologis (fungsi mental), fisiologis (fungsi organ dan system), dan anatomis (fungsi muskuloskeletal).
Katalisatornya antara lain adalah nilai potential hydrogen (pH), rentang skala pH tubuh ada pada angka 1,0 (asam) hingga 14,0 (basa), jadi kesehatan hakiki adalah saat tubuh mencapai pH dikisaran netral (7,0), angka tepatnya 7,35 – 7,45.
Umumnya pola hidup (pola makan) membuat seseorang sering berada pada pH asam sehingga riskan mengundang berbagai macam penyakit.
Ibaratkan pH tubuh adalah sebuah ruangan, apabila pH asam sama dengan ruangan yang tidak rapi, berdebu dan lembab. Sebagus apapun perabotan didalamnya akan cepat kotor dan kusam sehingga lebih cepat rusak. Untuk menetralkannya dengan pH tubuh yang basa ibaratkan ruangan tersebut kita bersihkan, baik dengan menyedot debu, membuang kotoran yang ada, memberikan suhu ideal dan membuat nyaman secara rutin. Sehingga akan selalu terjaga kondisinya.
Bagaimana Melakukan Food Combining :
FC memperkenalkan pola makan yang berbasis 3 hal sederhana :
1. Apa yang kita makan
2. Waktu makan
3. Bagaimana memakannya
1. Apa yang kita makan ?
secara sederhana kita mengenal beberapa bentuk makanan yaitu : pati, protein, sayuran dan buah-buahan.
· Pati adalah salah satu bentuk hidrat arang yang lebih umum dikenal sebagai karbohidrat, identic dengan pemberi tenaga serta rasa kenyang instan (beras, kentang, jagung, umbi-umbian, dsb). Konsumsi pati secukupnya karena pati mudah sekali memberikan kelebihan gula yang mengganggu kesehatan tubuh.
· Protein dikenal sebagai pembentuk sel-sel baru tubuh. Ada protein hewani dalam bentuk daging-dagingan, ikan dan telur, penguraian protein hewani kedalam asam amino agar bisa diserap tubuh berlangsung lama dan memberatkan kerja system cerna. Menurut Prof. dr. Hiromi Shinya (Gastroenterologist terkemuka dunia yang sudah memeriksa 370.000 usus manusia) terlalu banyak mengkonsumsi protein hewani akan menghasilkan racun bagi tubuh, karena protein hewani tidak akan diurai dan diserap seluruhnya oleh system pencernaan, yang terjadi sisanya akan membusuk dalam usus dan menghasilkan sejumlah besar racun seperti hydrogen sulfide, indole, gas metana, ammonia, histamine dan rosamin. Ditambah lagi radikal bebas juga dihasilkan.
* Yang sering terlupakan adalah protein juga bisa disumbangkan oleh unsur protein nabati dalam bentuk kacang-kacangan dan polong-polongan. Buah dan sayurpun menyumbang protein dalam bentuk asam amino sederhana yang lebih mudah diserap oleh tubuh.
· Sayuran adalah unsur makanan yang amat berguna, sebagai pembentuk sifat basa, apabila dikonsumsi secara benar maka akan mampu menetralkan pH dan menciptakan kondisi Homeostasis tubuh. Sayuran kaya akan karbohidrat, serat, vitamin dan mineral. Mengkonsumsi sayuran terutama dalam kondisi segar, memberikan asupan enzim berlimpah dan mampu membantu mengisi kebutuhan tubuh akan asupan cairan harian yang sering sekali kurang kita sadari.
· Buah manfaatnya hampir sama dengan sayuran, buah yang disajikan segar tanpa ada tambahan unsur lain merupakan kelompok makanan penyumbang air, enzim, karbohidrat, serat, vitamin dan mineral.
2. Waktu makan
FC mengacu pada ritme biologis atau ritme sirkadian, terkait system pencernaan ini berlaku sebagai berikut:
12.00 – 20.00 adalah waktu cerna ;
Fase ini system pencernaan berlaku aktif dalam menerima makanan, dimana manusia cenderung lebih leluasa mengkonsumsi makanan. Secara budaya ini sejalan dengan waktu makan siang, kudapan sore dan makan malam.
20.00 – 04.00 adalah waktu penyerapan ;
Fase ini tubuh memanfaatkan secara maksimal apa yang dimakan pada waktu sebelumnya. Saat ini berlangsung penyerapan zat gizi, sirkulasi zat-zat berguna yang diproses dari makanan, pergantian sel, perbaikan jaringan dsb. Mengganggu fase ini dengan mengkonsusmsi makanan atau tidak tidur akan mengganggu proses yang semestinya dan merusak kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.
04.00 – 12.00 adalah waktu pembersihan ;
Sisa metabolism serta tumpukan pada usus besar dikonsentrasikan tubuh untuk dibuang pada fase ini. Banyak energy dialokasikan tubuh untuk membersihkan sisa-sisa kotoran tersebut. Menyibukkan kerja system cerna dengan mengkonsumsi makanan berat selama periode waktu ini akan mengganggu alokasi energy tersebut.
3. Bagaimana memakannya ?
Protein Hewani + Pati = tidak serasi
Protein hewani apabila dicampur dengan karbohidrat akan menghasilkan “masalah” bagi pencernaan manusia. Karbohidrat dicerna oleh enzim cerna amylase (terdapat diair liur) dan protein hewani dicerna oleh enzim pepsin (bekerja begitu makanan memasuki alat cerna dalam perut). Kedua enzim ini tidak bisa bekerja sama saat bertemu, amylase akan berhenti bekerja sehingga menghasilkan karbohidrat yang belum terurai sempurna sepanjang proses pencernaan.
Mudah pusing, cepat lelah dan daya tahan tubuh lemah adalah segelintir gejala jangka pendek yang diakibatkan oleh hal ini. Dalam fase yang parah, bukan tidak mungin dapat mengundang penyakit serius yang lebih berat. Stress pun ditengarai sangat mudah menghinggapi serta memperburuk keadaan saat tubuh berada dalam kondisi seperti ini. Kondisi ini juga membuat pH tubuh bergerak ke kutub asam, tubuh bagaikan magnet bagi penyakit karena organ dan system yang bekerja berintegrasi didalamnya tidak berfungsi baik.
Bahasa mudahnya terjadi peperangan dalam pencernaan manusia, bisa dibayangkan akibat yang timbul dari peperangan? Banyak korban berjatuhan, kota yang hancur, kelaparan, penyakit, dsb, seperti itulah juga tubuh manusia.
Protein – Sayuran = Serasi
Kombinasi ini ideal dan sangat melengkapi satu sama lain. Mengkonsumsi keduanya bersamaan akan meminimalisir pengaruh buruk protein hewani terhadap tubuh. Konsumsi sayuran segar juga membantu system cerna dalam memproses protein hewani. Seratnya yang cukup solid akan membantu mengurangi kerumitan mencerna protein hewani, setidaknya pergerakan protein hewani dari lambung hingga usus besar.
* Catatan berbeda diberikan kepada protein nabati, protein ini tergolong netral, terutama dalam bentuk pasca-permentasi seperti tempe karena ringan dalam mencernanya, kandungan lemak pada protein nabati pun tidak memberatkan.
Pati – Sayuran = Serasi
Sama dengan kombinasi protein-sayuran, kombinasi pati-sayuran ini saling melengkapi dan ideal. Serat pada sayuran membuat efek buruk pati dalam jumlah berlebihan sedikit teratasi, sayuran memberikan rasa kenyang sehingga keinginan untuk mengkonsumsi pati dalam jumlah banyak akan berkurang.
Buah-buahan :
Buah hanya dikonsumsi secara eksklusif di pagi hari tanpa dicampur apapun agar tidak merusak kandungan yang ada didalamnya. Makanlah buah secara berkala dari jam 06.00 – 11.00, makan perlahan, kunyah dengan baik dan pastikan tercampur air liur. Kenapa dikonsumsi pagi hari, karena sifat buah yang ringan, mudah cerna, tetapi memberikan asupan energy signifikan.
Air :
Tubuh hanya perlu air putih berkualitas, tubuh kehilangan cairan saat konsumsi teh, kopi, alcohol. Minumlah air putih minimal 2.5 – 3 liter per hari, jangan menunggu haus karena kekurangan air bencana bagi tubuh. Beri jeda antara waktu sebelum dan sesudah makan untuk minum, memasukkan banyak air saat makan akan mengganggu kerja system cerna.
Jeruk Nipis atau Lemon Peras :
Saat bangun pagi, tubuh baru saja selesai bekerja keras bermetabolisme. Hadiahi dengan segelas air hangat berperasan lemon #‎KibulanCerna
Air hangat mengaktifkan beragam enzym dalam tubuh sekaligus bantu bersihkan lendir sisa metabolisme di sepanjang sistem cerna #KibulanCerna
Pemberian perasan lemon/ jeruk nipis selain memberikan sifat basa pada air yang masuk tersebut, juga memperkuat daya bersih lendir pada air #KibulanCerna
Sekaligus memberikan tonik bagi liver. Organ ini bekerja ekstra keras saat tidur. Pagi hari tonik menjadi ‘hadiah’ baginya #KibulanCerna
Liver yang kuat menjamin tubuh Anda sehat. Penyakit sulit mampir, penyakit yang ada pun mudah digerus oleh pertahanan tubuh #KibulanCerna
Air hangat berlemon ini tidak berbahaya bagi lambung. Karena asam lambung tidak terstimulasi oleh sifat basa bawaan lemon #KibulanCerna
Konsep ini air hangat lemon secara tidak langsung juga memudahkan kerja organ vital lainnya, ginjal. Dalam fase sekresi tubuh #KibulanCerna
Tata Tertib Makan :
Pengaturan pola makan seperti tersebut tidak akan maksimal tanpa disertai tata tertib dalam melakukkannya. Makan adalah ritual harian yang harus dilakukan secara baik, entah sarapan, makan siang, makan malam atau hanya sekedar kudapan.
· Sediakan waktu khusus, makan semestinya menjadi hak tubuh, sediakan sekitar 25-30 menit.
· Duduk, jangan makan sambil berdiri, berjalan, atau menyetir. Melakukan pekerjaan lain akan mengganggu kesiapan organ pencernaan.
· Kunyah 30-70 kali, agar usus halus dapat menyerap manfaat makanan, jangan membebani system cerna dengan tergesa-gesa mengunyah.
· Jangan mendorong makanan dengan minuman, akibatnya lambung jadi dipenuhi air dan asam lambung sulit bekerja.
· Tidak terburu-buru meninggalkan tempat makan, karena akan mengganggu kerja system cerna yang secara akumulatif akan sangat merugikan kesehatan.
Kesimpulan :
1. Bangun tidur mulut masih kering minum perlahan Jeniper/Lemper.
2. Sarapan eksklusif buah-buahan segar secara berkala sampai setengah jam sebelum makan siang.
3. Makan siang maupun makan malam bisa ambil padu padan protein + sayuran atau pati + sayuran.
4. Minum hanya air putih berkualitas, minimal 2,5 liter perhari.
5. Olahraga secukupnya, sesuai usia & fisik (seperti : berjalan kaki, berenang, bersepeda, yoga).
6. Istirahat yang cukup, tidur pada waktu yang sama setiap malam dan dapatkan 6 – 8 jam tidur tanpa terputus.
7. Pernapasan dan meditasi, berpikir positif, dengarkan tubuh dan perlakukan diri dengan baik.
8. Kebahagiaan dan cinta, tertawalah, hiduplah dengan penuh gairah dan hadapi hidup, pekerjaan, dan orang-orang yang anda cintai dengan sepenuh hati.
Penutup :
Konsep pola makan yang mengoptimalkan konsep kemampuan tubuh memelihara kesehatan memang kadang agak sedikit berbeda dengan paham ilmu kesehatan konvesional.
Mati itu pasti, tapi hidup sehat berkualitas kita yang tentukan dan pilih.
*bahan presentasi Dea Edensor *
Diambil dari buku :
1. Food Combining Itu Gampang, penulis Erikar Lebang : pakar Food Combining sejak 1999
2. The Miracle of Enzyme, penulis Prof. Dr. Hiromi Shinya, MD : Gastroenterologist terkemuka dunia yang sudah memeriksa 370.000 usus manusia, guru besar kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS
3. Kulwit #KibulanCerna @erikarlebang


Kamis, 19/12/2013 13:30 WIB

Food Combining

Dengan Food Combining, Andang Gunawan Sembuhkan Penyakit Liver Suaminya

Ajeng Annastasia Kinanti - detikHealth
Dengan Food Combining, Andang Gunawan Sembuhkan Penyakit Liver SuaminyaAndang W. Gunawan (Foto: Pribadi)
Jakarta - Jalan untuk menggeluti suatu bidang seringkali tak bisa ditebak, seperti yang dialami oleh Andang Widhawari Gunawan. Meskipun awalnya tak pernah memiliki minat di bidang nutrisi dan kesehatan, kini Andang justru serius menggeluti dunia food combining.

"Saya memulainya dari tahun 1994. Justru mulainya karena suami saya sakit, saya ketemu sebuah buku dan saya coba praktikkan," ujar Andang saat ditemuidetikHealth di kediamannya yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, dan ditulis pada Kamis (19/12/2013).

Sang suami, Maxi Gunawan, diceritakan mengalami sakit kepala dan sakit perut yang lain dari biasa. Mulanya penyakit tersebut dianggap gejala biasa, sebab selama lebih dari enam tahun Maxi memang sering mengalami serangan asma, maag, sakit kepala dan kelelahan. Namun rupanya pemeriksaan medis memperlihatkan ia mengalami gejala sakit liver.

Dokter kemudian menganjurkan Maxi untuk istirahat dan diet, juga memberikan resep sejumlah obat. "Membayangkan tubuh suami saya yang sudah sepeti keranjang sampah obat, saya lalu buang obatnya. Waktu itu sih pikiran saya simpel saja, nanti kan obat larinya ke liver lagi," tutur wanita kelahiran Ujung Pandang, 8 September 1955 ini.

Mulanya Andang memberikan diet rendah kalori yang hanya bertahan kurang dari satu bulan. Menu-menu dalam diet tersebut tidak memperlihatkan perbaikan pada kondisi Maxi, ia justru menjadi uring-uringan karena merasa lapar terus-menerus. Sejak saat itu, Andang kemudian mempraktikkan teori food combining. Bobot Maxi turun hingga 8 kg dan penyakitnya lenyap tanpa obat.

"Kebetulan ada teman yang memperhatikan banget mulai dari suami saya sakit sampai sembuh, jadi dia yang saat itu melahirkan bilang mau ikut menerapkan food combining juga. Saya kasih tahu saja seperti ini cara-caranya. Setelah melahirkan dan menerapkan food combining, malah ASI-nya jadi lancar sekali dan bobotnya turun 14 kg," terang Andang.

Sejak itu, dari mulut ke mulut informasi tentang food combining mulai tersebar dan Andang mulai diundang menjadi narasumber dalam berbagai acara. Dari situ juga ia kemudian terinspirasi untuk menulis buku. Sadar belum memiliki dasar tentang ilmu nutrisi, ibu tiga orang anak ini pun memutuskan untuk sekolah gizi di Queensland Institute of Natural Science, Australia.

"Saya mau mencari ilmu gizi yang tidak konvensional. Dari sekolah itu juga saya menemukan bahwa food combining itu benar. Pola gizi yang saya pelajari itu lebih ke terapi nutrisi, yaitu terapi melalui nutrisi. Saya lebih banyak mempelajari senyawa makanan dan reaksinya terhadap tubuh, tapi belajar anatomi dan patologi juga," tutur ibu dari Arghya, Kara, dan Abhi tersebut.

Meskipun sampai saat ini food combining masih sering ditentang oleh dokter dan ahli gizi, Andang yakin tujuannya yang ingin membantu menyembuhkan orang pada akhirnya akan bisa diterima. "Belum ada pengakuan saja," ucapnya.

Sumber: 
http://m.detik.com/health/read/2013/12/19/133057/2446571/1410/dengan-food-combining-andang-gunawan-sembuhkan-penyakit-liver-suaminya



Aku dan Hepatitis B


Pernahkah anda divonis menderita suatu penyakit? Kalau jawabannya pernah, pasti tau rasanya… kalo dikata lagu “sakitnya tu disini”.

Dulu kalau melihat film ada adegan seseorang yang divonis dokter bahwa sakit parah kemudian dia shock dan nangis meraung-raung, itu aku anggap “lebay”. . diobatin aja dan berdoa ngapain juga nangis-nangis ga bakal sembuh kok.

Tetapi ketika diriku yang mendapat vonis sakit dan ga ada obatnya, akhirnya aku mengerti dan bisa merasakan bagaimana shock dan stress nya  memikirkan apa yang akan terjadi, otak jadi buntu.

Aku lupa tahun berapa tepatnya aku mendapat vonis tersebut, yang aku ingat ketika itu aku aktif di organisasi kampus dan saat itu lagi dipercaya menjadi ketua panitia baksos donor darah. Oleh senior sebagai ketua panitia aku diminta menjadi contoh agar mau mendonorkan darah. Ah, ga masalah cuman darah doang…

Beberapa hari setelah kegiatan tersebut aku dikasih sebuah amplop oleh seniorku, bingung dan bertanya apa isinya, tapi aku disuruh baca sendiri… Astagfirullah… tertulis namaku disana dengan pernyataan HBsAg positif. Aku kaget dan makin bingung karena ga tau penyakit apa itu, ga pernah dengar nama penyakit tersebut. Aku tanya kembali dengan para senior, kembali mereka meminta aku membaca leafleat yang ada dibalik kertas hasil tes tersebut.

Selesai membaca, aku bener-bener shock… ada bagian dari leafleat itu tertulis,  penyakit #HepatitisB ini ga ada obatnya, seumur hidup akan selalu ada ditubuhku. Aku seseorang yang mandiri, tegas dan kuat, tapi saat itu, semuanya  bagaikan hilang tertelan bumi. Kata-kata yang keluar dari mulutku adalah, kenapa aku bisa mendapatkan penyakit ini? Ga ada yang bisa menjawab secara pasti, semuanya hanya berandai-andai saja mungkin tertular mungkin juga penyakit turunan.

Pulang ke rumah aku langsung bertanya kepada orang tua ku, sapa diantara mereka yang terkena penyakit Hepatitis B ? ternyata tidak ada diantara mereka yang menderita Hepatitis B, dicek keatas juga tidak ada turunan yang punya riwayat Hepatitis B. Aku bener-bener hancur dan nangis sambil bertanya kenapa aku bisa terkena…

Syukurnya kakakku datang dengan pacarnya yang anak kedokteran, aku lupa mungkin waktu di kampus aku ada menghubungi kakakku atau pacarnya memberitahukan hal tersebut diatas. Pacar kakakku hati-hati sekali menjelaskan penyakit ini, mungkin melihat mata sembabku dan juga prosedur yang salah. Seseorang dinyatakan menderita penyakit tanpa dijelaskan terlebih dahulu penyakit apa itu.

Dia minta besok aku ke RS untuk periksa dan tes darah kembali (kebetulan abahku veteran jadi dapat askes di RS tersebut) sapa tau hasil ini salah (menenangkan hatiku).

Besoknya setelah antri lama akhirnya giliranku masuk ruang dokter penyakit dalam. Aku jelasin semuanya dan minta untuk tes darah lagi, tapi si dokter hanya bilang kalau sudah tertulis begini ya hasilnya sudah bener HBsAg positif, ngapain tes lagi. Aku yang lagi kondisi ga stabil ga tau harus protes atau bagaimana dengan sikap dokter tersebut. Yang aku lakukan saat itu bertanya bisa ga aku sembuh? Dokternya menjawab bisa saja asal rutin konsumsi obat seumur hidup. Wak?!!!! (bumi serasa berputar). Kemudian aku nanya lagi, adakah makanan yang harus aku hindari (pantangan), si dokter bilang ga ada, cukup minum obat secara teratur saja. Sebenarnya aku ga puas dengan jawaban dokter tersebut karena dia pengen cepet-cepet mengakhiri sesi kami agar pasien lain bisa segera masuk, apakah karena aku askes? Atau karena memang begitu sikap seorang dokter? Ntahlah, kepalaku sudah semakin pusing…

Aku langsung telpon pacar kakakku dan memberitahukan hasil pertemuan tadi, dia bingung… kok begitu katanya? Akhirnya dia minta aku nebus resep obat yang sudah dituliskan dokter tadi tetapi cukup separo saja (kayaknya dia tau kalau harga obatnya selangit, dan aku ga ada uang). Benar saja harga obatnya mahal banget, seharga SPP kuliahku…

Saat itu kondisi keuangan keluarga kami memang terpuruk. Selesai perang Abahku ga mau meneruskan menjadi seorang prajurit dan menerima uang pensiunpun beliau ga mau (kayaknya Abahku tau bagaimana Indonesia bisa Merdeka). Beliau lebih memilih berwiraswasta dan memang benar sukses luar biasa (kata keluarga dan orang yang kenal Abahku, ortuku sendiri ga mau cerita padaku), tetapi musibah ga bisa dihindari semua tempat usaha Abahku terbakar habis kemudian beliau ditipu rekan bisnisnya. Sempat mencoba berusaha lagi tetapi mentok.

Aku ga mau membebani ortuku, dari SMP sampai kuliah aku biayai sendiri dari beberapa pekerjaan. Tetapi ketika divonis penyakit ini aku malahan berhenti dari 1 pekerjaan agar tidak terlalu lelah lagi. Akhirnya keuanganku menipis, aku mencari cara pengobatan tradisional dan alternative. Kebetulan keluargaku “Agamis” jadi dicoba juga dengan pengobatan secara spiritual. Cape, lelah, stress karena ga ada hasil yang memuaskan, sempet menyalahkan sang pencipta dan ga mau nikah.

Akhirnya aku sampai pada akal sehatku kembali, aku pasrah… kalau mau mati ya mati saja daripada tiap hari stress mikirin pengobatan dengan biaya yang harus aku bagi dengan biaya kuliahku. Walaupun sebenarnya diluar saja aku terlihat kuat tapi didalam cukup aku saja yang tau.

Ketika aku bekerja di sebuah LSM Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) aku bertemu dan bersahabat dengan patnerku yang seorang anak kedokteran. Aku banyak konsultasi dengannya, dia tau aku ga suka obat dan dia juga tau aku ga suka sayur. Jadi dia minta aku olahraga teratur dan menjaga agar jangan sampai lelah dan bisa konsumsi obat-obatan tradisional yang aku bisa konsumsi. Kalau aku tidak menjaga kesehatanku kemungkinan aku akan sampai pada sirosis hati.

Sampai pada saat aku bergabung dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS di PKBI, pada kesempatan pelatihan di Jakarta hadirlah seorang narasumber yang dibilang bos ku adalah dokter terkenal di Jakarta. Aku menunggu giliran bertanya sampai pada sesi beliau menjelaskan keterkaitan HIV dan hepatitis. Aku bertanya apakah Hepatitis B bisa sembuh tanpa harus rutin minum obat? Seingatku jawaban beliau aku diminta untuk vaksin hepatitis B, tapi sembuh atau tidak beliau ga bisa menjamin…

Suatu hari ketua PHD PKBI Kalsel masuk RS karena sirosis hati, kebetulan beliau ditempatkan dalam ruangan yang dimana salah satu perawatnya adalah sahabatku sendiri. Melihat kondisi beliau, diam-diam aku bertanya dengan sahabatku bagaimana keadaan beliau dan berapa persen kesembuhannya? Dia menjawab tipis, tinggal waktu saja atau ada keajaiban. Aku bertanya lagi, apa penyebab sakit beliau? Karena yang keluarga dan kami tau, beliau itu selalu terlihat sehat dan semangat serta olahragapun teratur, usiapun belum terlalu tua. Penyebab utama karena obat-obatan yang beliau konsumsi… hah???!!! Disini aku terhenyak, dan berujar kalau obat-obatan yang diresep buat menyembuhkan penyakit tetapi malah menimbulkan penyakit yang lain, berarti obat bukan lah solusi untuk suatu penyakit.

Sifatku yang kritis mulai menjadi-jadi dan bergejolak di otakku, aku mencari jawaban atas pentanyaan dan kegelisahan hatiku. Bertahun-tahun aku ga mendapatkan jawaban, aku kadang ngotot dengan sahabat-sahabatku yang mau aku timpai masalah ketika sakit, ga mau minum obat kalau lagi sakit kecuali kalau sangat parah terpaksa aku menelan racun-racun tersebut karena cuma itu satu-satunya cara saat itu agar aku tetap bisa beraktivitas sebagaimana biasanya.
Sampai akhirnya aku bertemu dengan #FoodCombining (FC) di tahun 2011 dimana seorang pakar FC Erikar Lebang dan artis Meidiana Hutomo sedang mensosialisasikan pola makan sehat di Metro TV (cerita lengkapnya: http://deaedensor.blogspot.com/2014/11/benci-jadi-cinta.html)
Ternyata inilah jawaban yang aku cari selama ini, pertanyaanku kenapa aku bisa terkena penyakit ini sekarang terjawab semua. Awalnya aku pikir tertular lewat jarum suntik yang dipakai RS berkali-kali kepada pasiennya (ketika kecil aku sering dibawa berobat ke RS dan seringnya disuntik), ketika melakukan FC aku jadi semakin tau penyebabnya juga berasal dari pola makanku yang ga sehat yang semakin menghidupkan virus tersebut.

Secara pelan dan bertahap akhirnya aku ga perlu minum obat-obatan lagi, aku juga ga perlu pengobatan tradisional dan pengobatan alternative lainnya, serta yang paling penting ga perlu jadwal ke RS untuk melakukan operasi. aku hanya perlu merubah pola makanku sesuai ritme sirkadian (http://deaedensor.blogspot.com/2014/11/aplikasi-siklus-sirkadian-terkait.html)

Alhamdulillah sebelum terlambat Allah telah menjawab doa ku selama ini. Betapa selama ini aku telah mendapat perlakuan yang salah terhadap tubuhku. Walaupun terjadi pertentangan dengan kesehatan konvensional aku tetap memegang teguh pola makan sehat #FoodCombining, aku berusaha disiplin dan konsisten,  dan 2 kali tes darah hasilnya semua negative.

Disini juga aku lampirkan beberapa keterangan mengenai Hepatitis B yang aku ambil dari Wikipedia. Aku berharap tidak ada lagi hasil tes seseorang dikasih begitu saja tanpa dijelaskan sebelumnya. Aku juga berharap sebelum melakukan tes apapun kepada seseorang mintalah ijinnya dulu dan jelaskan secara detail tentang penyakit tersebut agar seseorang siap lahir dan batin.

Tapi yang paling aku harapkan adalah makin banyak orang yang membuka pola pikirnya untuk mulai mengubah kebiasaan hidup terutama pola makannya. Ketika seseorang berucap toh semua juga akan mati, itu benar sekali. Ketika seseorang berucap selama masih ada RS dan dokter ngapain cape-cape mengubah pola makan.. hhmm… Mati itu pasti, tapi hidup sehat berkualitas kita yang tentukan dan pilih. Jadilah manusia yang cerdas…

Kalau dulu aku slalu berusaha menyembunyikan sakitku karena aku merasa seperti “aib” tapi sekarang malah sengaja ditulis yang bisa dibaca banyak orang, berharap orang bisa mengambil pembelajaran dari kisahku ini.

Dari dulu aku orangnya memang sudah ceria dan berusaha slalu menerima sgala hal yang terjadi dalam kehidupanku tetapi sekarang aku semakin menikmati kehidupan, aku berencana ingin keliling dunia hehehe…

Penjelasan Hepatitis B versi Wikipedia
Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi epidemi pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia.


Penyebab Hepatitis ternyata tak semata-mata virus. Keracunan obat, dan paparan berbagai macam zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa juga menyebabkan Hepatitis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap melalui kulit penderita. Menetralkan suatu racun yang beredar di dalam darah adalah pekerjaan hati. Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan racun-racun lain.


Dibandingkan virus HIV, virus Hepatitis B (HBV) seratus kali lebih ganas (infectious), dan sepuluh kali lebih banyak (sering) menularkan. Kebanyakan gejala Hepatitis B tidak nyata.

Hepatitis B kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B persisten. Hepatitis B kronis ditandai dengan HBsAg positif (> 6 bulan) di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati.

Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis B ringan. Gejala tersebut dapat berupa selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas. Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.

Hepatitis B merupakan bentuk Hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Penderita Hepatitis B bisa terjadi pada setiap orang dari semua golongan umur. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan virus Hepatitis B ini menular.

Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan.

Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama (Hanya jika penderita memiliki penyakit mulut (sariawan, gusi berdarah,dll), lendir (berciuman) atau luka yang mengeluarkan darah serta hubungan seksual dengan penderita.

Sumber:

http://deaedensor.blogspot.co.id/2015/02/aku-dan-hepatitis-b.html?m=1

0 komentar:

Posting Komentar