Bersama Melawan Penyebaran Hepatitis

Komunitas Peduli Hepatitis (KPH)

Bersatu Untuk Semua

Komunitas Peduli Hepatitis (KPH)

Peduli dengan Penderita

Komunitas Peduli Hepatitis (KPH)

Kita Berbagi

Komunitas Peduli Hepatitis (KPH)

Buka Jalan untuk Kesehatan yang Lebih Baik

Komunitas Peduli Hepatitis (KPH)

Sabtu, 03 September 2016

TRANSPLANTASI / CANGKOK HATI DI RSUPN DR CIPTO MANGUNKUSUMO

Dalam empat dekade terakhir, transplantasi hati telah berkembang dari prosedur eksperimental menjadi modalitas terapi untuk pasien penyakit hati lanjut (end-stage liver diseas). Transplantasi hati menjadi terapi terakhir yang harus dipilih bagi pasien karena dapat meningkatkan angka harapan hidup dan kualitas hidup.

 
Kegagalan fungsi hati menyebabkan kematian bagi 1 - 2 juta orang di dunia setiap tahunnya jika tidak dilakukan transplantasi hati. Sebanyak 80% pasien menjalani tranplantasi hati dikarenakan pasien tersebut menderita penyakit sirosis hati. Penyakit sirosis hati dapat disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B dan C, atau karena sebab lain misalnya kanker atau keganasan hati. Sebelum era transplantasi hati, pasien yang menderita penyakit sirosis hati lanjut atau dekompensata, memiliki angka ketahanan hidup hanya 10% saja. Akan tetapi dengan berkembangnya teknik tranplantasi hati maka angka harapan hidup selama 5 tahun bagi pasien tersebut meningkat menjadi 60-70%.
 
Keberhasilan transplantasi hati ini mengalami kemajuan yang pesat seiring dengan meningkatnya kemampuan untuk mengendalikan respon imun resipien dengan obat penekan sistem imun (imunosupresif). Kemajuan dalam bidang pengobatan dengan imunosupresif telah menurunkan insidens penolakan jaringan transplan (acute graft loss) dan memberikan kepercayaan diri yang lebih besar bagi tim pelaksana transplantasi hati.
 
Perkembangan transplantasi hati di Indonesia dimulai sejak dilakukannya operasi transplantasi hati pada anak di RS Dr Karyadi Semarang pada tahun 2006, bekerja sama dengan Tim Transplantasi Hati Anak dari National University Hospital Singapore. RS Dr Soetomo Surabaya juga telah membangun pusat transplantasi hati pada tahun 2010, bekerjasama dengan Tim Transplantasi Hati dari Tianjin First Center Hospital China.
 
Perkembangan transplantasi hati di RS Cipto Mangunkusumo sendiri dimulai sejak bulan Mei tahun 2010, saat pertama kali dibentuk Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM. Saat itu  sedang berkembangan berita mengenai kasus penyakit atresia bilier pada anak yang memerlukan transplantasi hati dan cukup menyedot perhatian masyarakat.
 
Persiapan kegiatan dimulai dengan membentuk kerjasama antara 3 rumah sakit, yaitu RSCM, RS Puri Indah Jakarta, dan The First Affiliated Hospital, Zhejiang University School of Medicine, Hangzhou China dengan dilakukannya penandatanganan MOU antar ketiga rumah sakit tersebut pada tanggal 22 Juni 2010. MOU berlanjut dengan pengiriman anggota tim transplantasi hati FKUI-RSCM belajar ke Hangzhou China. Setelah itu, dilakukanlah operasi transplantasi hati yang pertama di Indonesia pada orang dewasa di RSCM pada tanggal 13 Desember 2010. Operasi pertama tersebut dilakukan terhadap seorang laki-laki, karyawan PT Telkom Indonesia, yang berusia 44 tahun dan mendapatkan donor dari anak perempuannya yang berusia 18 tahun. Tiga bulan setelah operasi transplantasi hati, pasien sudah dapat bekerja dengan normal kembali tanpa masalah, dan masih mengkonsumsi obat dan kontrol dengan teratur di RSCM sampai saat ini.
 
Operasi berikutnya dilakukan di RSCM pada tanggal 15 Desember 2010 dengan pasien seorang anak laki-laki berusia 6 tahun, yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh yang merusak hatinya. Donor adalah Bapak pasien yang bekerja sebagai anggota TNI Angkatan laut.
Kondisi pasien saat ini baik dengan tetap mengkonsumsi obat-obatan setiap harinya. Pasien telah duduk di bangku kelas 2 SD. Setiap 1 bulan sekali pasien menjalani kontrol rutin ke RSCM guna pemantauan kesehatannya.
 
Setelah melihat keberhasilan dari kedua pasien RSCM tersebut, tidak berarti Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM berhenti melakukan kegiatan. Proses belajar tetap dilakukan dengan mengirimkan anggota Tim untuk belajar ke luar negeri, antara lain ke University of Pittsburgh Medical Center; Chindren's Hospital of Pittsburgh; dan The First Affiliated Hospital Zhejiang University School of Medicine Hangzhou China, guna memperluas wawasan dan memperdalam pengetahuan dibidang transplantasi hati, sehingga proses transfer of knowledge berlangsung tidak hanya di RSCM, melainkan juga dilakukan di pusat transplantasi hati di luar negeri.
 
Pada tahun berikutnya, RSCM kembali melakukan operasi transplantasi hati dengan The First Affiliated Hospital, Zhejiang University School of Medicine, Hangzhou China. Operasi tersebut dilakukan di RSCM pada tanggal 31 Juli 2011 dengan pasien seorang laki-laki berusia 47 tahun yang menderita penyakit sirosis hati karena infeksi virus hepatitis. Donor adalah kerabatnya yang berusia 26 tahun. Namun sangat disayangkan pasien telah meninggal dunia pada tahun ke-2 pasca transplantasi hati dikarenakan ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat dan kontrol rutin.
 
Melihat adanya hasil yang baik dari proses transfer ilmu yang dilakukan oleh Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM, terdapat peningkatan jumlah pasien yang mendaftar untuk dilakukan transplantasi hati, terutama pasien anak. Sehingga RSCM menganggap perlu   membuka kerjasama dengan supervisi luar negeri lainnya, salah satunya dengan National University Hospital Singapore (NUHS). Kerjasama antara NUHS dengan FKUI-RSCM sebenarnya sudah berjalan dengan sangat baik dalam bidang praktek klinis kedokteran dan pendidikan kedokteran, namun belum meliputi transplantasi hati. Kerjasama dalam bidang transplanatsi hati baru dimulai pada bulan Oktober 2012, dengan mengirim koordinator transplantasi hati dan dokter bedah ke NUHS untuk belajar sistem pengelolaan pasien transplantasi, terutama anak.
 
Operasi pertama bersama NUHS dilakukan di RSCM pada tanggal 20 Oktober 2012 dengan pasien seorang anak laki-laki berusia 5 tahun, sedangkan yang menjadi donor adalah paman pasien. Kondisi pasien saat ini baik dengan tetap mengkonsumsi obat setiap harinya. Pasien telah bersekolah di taman kanak-kanak, dan setiap 1 bulan sekali pasien menjalani kontrol rutin ke RSCM guna pemantauan kesehatannya.
 
Pada tahun berikutnya, RSCM kembali melakukan operasi transplantasi hati dengan NUHS. Operasi tersebut dilakukan di RSCM pada tanggal 23 Maret 2013 dengan pasien seorang anak perempuan yang berasal dari lampung. Pasien berusia 20 bulan yang menderita penyakit bawaan yaitu atresia bilier. Ibu pasien menjadi donor hati pada operasi tersebut. Kondisi pasien saat ini baik, dan pasien tetap mengkonsumsi obat dan kontrol rutin setiap bulan di RSCM.
 
Keberhasilan yang diperlihatkan oleh Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM ini menunjukkan bahwa untuk melaksanakan transfer of knowledge dan operasi di bidang transplantasi hati, tidak hanya dibutuhkan keinginan untuk melakukannya, tetapi juga dibutuhkan dukungan penuh dari Pimpinan FKUI-RSCM, serta komitmen yang kuat dari setiap anggota tim transplantasi hati, mulai dari tim dokter, perawat, serta tim pendukung lainnya. Hal ini dikarenakan transplantasi hati merupakan cabang ilmu tertinggi, dan hampir semua disiplin ilmu kedokteran terlibat dibidang ini.
 
Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM adalah tim multi-disiplin ilmu yang bekerja sama dalam memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada pasien transplantasi hati, dengan komitmen penuh dari anggota, departemen medis dan unit yang terlibat. Tim ini adalah tim transplantasi hati terlengkap yang ada di Indonesia,  yang beranggotakan sekitar 40 orang.
 
Pelayanan kasus transplantasi hati di Indonesia masih sangat terbatas, dan saat ini masih dalam proses transfer of knowledge (alih ilmu pengetahuan dan teknologi) dari pusat-pusat transplantasi hati di dunia. Kurangnya jumlah tenaga medis yang memiliki keahlian khusus transplantasi hati turut memberikan andil bagi minimnya pelayanan transplantasi hati. Disamping itu biaya yang diperlukan pasien dalam melakukan tranplantasi hati ini sangat tinggi. Perlunya dana untuk pengobatan dan tatalaksana jangka panjang juga masih menjadi masalah. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah, rumah sakit, pasien, perusahaan, dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah tersebut.
 
Ketersediaan donor juga masih menjadi kendala bagi terlaksananya transplantasi hati di Indonesia. Belum adanya peraturan mengenai donor hidup dan donor kadaver serta kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai donor hati menjadi penyebab sulitnya mencari donor bagi pasien. Oleh karena itu sosialisasi terhadap masyarakat tentang donor hati harus lebih sering dilakukan.
 
Dengan adanya kerjasama semua sektor ini, alih pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan dengan lebih baik, ilmu yang diperoleh dapat cepat diaplikasikan secara mandiri, dan harapan hidup pasien dapat meningkat.



 

Kamis, 01 September 2016

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
HADIRILAH..
PUNCAK HARI HEPATITIS SEDUNIA KE-7 Provinsi DKI Jakarta

Hari : Sabtu
Tgl.  : 3 September 2016
Jam: 10.00 - selesai
Tempat: Gandaria City Mall, Jakarta Selatan

Dengan menghadirkan pakar Hepatitis dalam Dialog Interaktif dengan Nara Sumber :

1. Prof David, dari lembaga eykman
2. Dr. dr. Rino SPpd KGEH, dari PPHi
3. Ita, dari KPH, Komunitas Peduli Hepatitis

Dibuka oleh :
Wagub DKI Jaya


GRATIS
1. Pemeriksaan Hep B
2. 20 voucher fibroscan  untuk yang hasil screeningnya +.
3.  Pemeriksaan faktor risiko PTM (Tekanan darah,  Gula darah dan Kadar lemak)

Don't miss it.
It's FREE.

Diadakan oleh ;
DINKES DKI JAYA


Info lebih lanjut:
Telp/Whatsapp: ITA 087886063889
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Selasa, 30 Agustus 2016

Presentasi Seminar Awam Sirosis dan Transplantasi Hati 2016


Berikut adalah presentasi seminar awam Sirosis hati dan Transplantasi hati di seminar bulan Agustus 2016. Silahkan klik untuk mengetahui isi materi presentasi dari nara sumber.

1. dr. Juferdy Kurniawan, SpPD-KGEH
2. Dr. dr. Andri Sanityoso Sulaiman, SpPD-KGEH
3. Ari Wijayanti, DCN, MPH, RD

Minggu, 21 Februari 2016

TENTANG HEPATITIS


TENTANG HEPATITIS

Istilah “hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan (imflamasi) pada liver (hati). Dapat disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D,E,G dan TT yang dikenal dengan hepatitis virus, maupun faktor pencetus lain seperti alkohol, obat-obatan (termasuk obat tradisional) dan zat kimia, makanan / lemak dan lainnya yang disebut hepatitis non virus

Kondisi ini ditunjukkan denganterbentuknya “Jaundice” atau kuning sebagai tanda terjadinya kerusakan atau peradangan hati.

Jadi penting kiranya kita membantu memperingan kerja hati, baik dengan cara mengatur asupan makanan maupun dengan cara olahraga.



KENALI HATI ANDA

Tentang Organ Hati

Hati adalah organ tubuh yang terbesar dan sangat penting. Ukuran hati orang dewasa sekitar 1,4 – 1,6 kilogram, berwarna coklat kemerahan, konsistensi padat kenyal dengan permukaan yang halus. Hati terletak pada rongga perut bagian kanan dibawah diafragma.


Fungsi Organ Hati

Secara garis besar fungsi organ hati mempunyai 4 fungsi utama, yaitu :
1.   Fungsi Sintesis (Pembentukan)
2.   Fungsi Eksresi (Pembuangan / Pengeluaran)
3.   Fungsi penyimpanan
4.   Fungsi Detoksasi (Penawar racun)


Diantara Fungsi Organ Hati adalah sebagai berikut :

1.   Untuk metabolisme makanan dan lemak serta pembentukan energi (ATP)
2.   Memelihara kadar gula di dalam tubuh dengan menyimpan glukosa dalam pembentukan glikogen.
3.   Perombakan dan pembentukans el darah merah.
4.   Pembentukan faktor koagulasi (pembekuan darah), hampir semua faktor koagulasi dibentuk kecuali faktor VIII.
5.   Pembentukan enzim hati seperti SGPT (ALT), SGOT (AST), ALT, GGT.
6.   Pembentukan dan penyimpanan lemak (kolesterol).
7.   Pembentukan albumin : yang berfungsi dalam mengatur pengangkutan bahan makanan (nutrisi), asam lemak dan produk buangan(zat sampah).
8.   Pembentukan globulin : terdiri dari globulin alfa dan globulin  gamma, yang berfungsi sebagai antibodi (sistim imun).
9.   Pembentukan bilirubin : yaitu suatu pigmen berwarna kuning hemoglobin yang berfungsi pada proses eksresi atau pembuangan sebagai emulsifikasi (pelumas) dan warna kuning pada feces.
10.               Pembentukan cairan empedu, yang berfungsi membantu pencernaan lemak di usus 12 jari.
11.               Tempat penyimpanan vitamin A, D, E, dan K (vitamin larut lemak).
12.               Sebagai organ penetralisir racun (detoksikasi) baik racun-racun yang terbawa bersama makanan maupun kelebihan zat dari aktifitas tubuh secara normal.



KENALI PENYAKIT PADA HATI

Penyakit Hepatitis (Imflamasi / peradangan hati) dibedakan berdasarkan faktor penyebabnya, yaitu :

1.   Hepatitis karena INFEKSI,

misalnya hepatitis karena infeksi virus, mikroba dan mikroorganisme lainnya. Hepatitis virus adalah hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A, B,C,D,E,G dan TT. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut seperti hepatitis A, dan dapat pula menjadi hepatitis kronik seperti hepatitis B dan C, maupun menjadi kanker hati seperti pada kasus hepatisis B dan C.

2.   Penyakit hati karena RACUN,

Misalnya karena alkohol dan obat zat kimia tertentu yang bersifat toksik terhadap hati (hepatotoksik).

3.   GENETIK atau KETURUNAN
Misalnya hemochromatosis

4.   GANGGUAN IMUN
Misalnya hepatitis auto imun.
Penyakit auto imun merupakan penyakit yang ditimbulkan karena adanya perlawanan terhadap jaringan tubuh sendiri.

5.   KANKER
Misalnya Hepatocellular Carcinoma.
Kanker hati dapat disebabkan oleh senyawa karsinogenik diantaranya :
a.   aflatoxin (Aflatoxin merupakan racun yang diproduksi oleh Aspergillus flavus dan dapat mengkontaminasi makanan selama penyimpanan, seperti kacang-kacangan, padi dan singkong, terutama pada daerah tropis),
b.   polivinyl chloride (bahan pembuat plastik),
c.   virus, dll.

Hepatitis B dan C maupun Sirosis Hati dapat berkembang menjadi KANKER HATI.

Kenali Pemeriksaan Laboratorium Hepatitis

Beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk penderita hepatitis,

a.   Test Fungsi Hati :
SGOT
SGPT
Bilirubin Total / Direct / Indirect
Gamma GT
Alkali Fosfatase
Albumin
Globulin
AFP

b.   Test untuk mengetahui adanya virus hepatisis :
HAV IgM
HbsAg
Anti HCV total

c.   Test untuk penderita Fatty Liver
Lipid profil
Gula darah

d.   USG Abdomen dan Endoscopy

e.   Biopsi Hati dan Fibroscan

Sumber Informasi :
Wikipedia Bahasa Indonesia
Sulaiman Ali, dkk
Buku Ajar Penyakit Hati ed. Pertama, Jaya Abadi 2007: 24-293
Dari berbagai kepustakaan


TENTANG KOMUNITAS PEDULI HEPATITIS




Komunitas Peduli Hepatitis

Kenali Hepatitis
Saatny Pegang Kendali

LATAR BELAKANG

          Hepatitis merupakan permasalahan global terutama di negara berkembang termasuk Indonesia.

          Penderita Hepatitis sering mendapatkan perlakuan yang tidak sepantasnya baik penolakan dari tenaga kerja, pengucilan, dll yang disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hepatitis, baik infeksi maupun non infeksi, disamping kurangnya perhatian, pembinaan dan sarana kesehatan dalam pengobatan hepatitis.

          Maka dari itu kami membentuk suatu komunitas yang dapat memberikan kontribusi, pencerahan dan pengetahuan tentang hepatitis dengan harapan komunitas ini dapat menjadi sebuah Yayasan yang dapat berbuat lebih banyak untuk masyarakat.


Komunitas Peduli Hepatitis (KPH) didirikan sebagai wadah untuk membantu masyarakat agar lebih peduli dengan pencegahan dan pengobatan terhadap hepatitis di lingkungan baik lingkungan keluarga  maupun umum dengan mengadakan seminar tentang Hepatitis, imunisasi gratis, dll.


VISI

Ikut mewujudkan masyarakat Indonesia sehat bebas hepatitis.


MISI

1.   Memberikan edukasi tentang hepatitis.
2.   Membantu penderita hepatitis untuk mendapatkan hak-haknya baik dalam pencegahan, pengobatan maupun status sosial.


TUJUAN

1.   Menjadi wadah bagi penderita dan masyarakat yang peduli hepatitis dalam menyampaikan aspirasi.
2.   Ikut berperan dalam menciptakan Indonesia bebas hepatitis virus, juga lainnya.


RUANG LINGKUP DAN KEGIATAN

1.   Meliputi siapa saja yang peduli dengan hepatitis dan ingin berbuat sekecil apapun yang dia mampu.
2.   Melakukan aktifitas apa saja yang dapat membantu masyarakat maupun penderita dalam hal pencegahan dan pengobatan.
3.   Sebagai komunitas berbagi dalam menyampaikan aspirasi.


MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI

FB : www.facebook.com / komunitaspedulihepatitis
WEB : komunitaspedulihepatitis.org

Alamat Komunitas Peduli Hepatitis (KPH)
Vila Nusa Indah II Blok W 22 no 12
Rt 09 Rw 21
Bojong Kulur, Gunung Putri Bogor

Contact Person :
Erla  : 0822.3491.5273 / 0857.1920.1361
Ita     : 0813.1542.0764 / 0878.8606.3889





Jumat, 19 Februari 2016